ENAM PRINSIP KOMUNIKASI MENURUT AL-QURAN
Oleh : KH. AHMAD ISHOMUDDIN
Setiap kalian adalah pemimpin, sedangkan setiap pemimpin itu
akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang pemimpin haruslah piawai dalam
berkomunikasi. Karena komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam
setiap kepemimpinan.
Dengan komunikasi yang efektif seorang pemimpin memotivasi dan
mengarahkan orang lain, baik yang sesuai atau tidak, untuk bersama-sama menuju
satu tujuan mulia dan meraih apa saja yang dicita-citakan. Pemimpin yang sukses
adalah pemimpin yang paling terampil mempengaruhi orang lain dengan
sarana-sarana komunikasi, mau melihat, mau mendengar, mau menalar dan mampu
menjalin hubungan serta berkomunikasi dengan berbagai pihak.
Menurut petunjuk al-Quran, bahwa suatu komunikasi yang benar,
baik dan efektif itu apabila disampaikan dengan :
(1) Ucapan (tentu juga tulisan) yang berisi kebenaran ( قولا سديدا ) [Qs. al-Nisa': 9]
(2) Ucapan yang dikenal baik ( قولا معروفا ) [Qs. al-Nisa': 5, 8]
(3) Ucapan yang penuh penghormatan ( قولا كريما ) [Qs. al-Isra': 23]
(4) Ucapan yang mudah yakni lemah lembut ( قولا ميسورا ) [Qs. al-Isra': 28]
(5) Ucapan yang mampu mempengaruhi jiwa atau membekas ( قولا بليغا ) [Qs. al-Nisa': 63] dan
(6) Ucapan atau perkataan yang lembut ( قولا لينا ) [Qs. Thaha: 44].
(1) Ucapan (tentu juga tulisan) yang berisi kebenaran ( قولا سديدا ) [Qs. al-Nisa': 9]
(2) Ucapan yang dikenal baik ( قولا معروفا ) [Qs. al-Nisa': 5, 8]
(3) Ucapan yang penuh penghormatan ( قولا كريما ) [Qs. al-Isra': 23]
(4) Ucapan yang mudah yakni lemah lembut ( قولا ميسورا ) [Qs. al-Isra': 28]
(5) Ucapan yang mampu mempengaruhi jiwa atau membekas ( قولا بليغا ) [Qs. al-Nisa': 63] dan
(6) Ucapan atau perkataan yang lembut ( قولا لينا ) [Qs. Thaha: 44].
Dengan demikian, jika seseorang dalam berkomunikasi, dalam
berceramah dan sebagainya justru berlawanan dengan enam prinsip komunikasi di
atas, seperti berbicara yang berisi kedustaan, mengatakan sesuatu yang dikenal
tidak baik, berkata dengan perkataan yang tidak ada sopan santunnya atau tidak
menunjukkan ada penghormatan terhadap pihak lain, mengatakan ucapan yang kasar,
atau mengatakan perkataan yang berpengaruh buruk terhadap jiwa manusia, maka
sungguh ia telah melanggar ajaran agamanya (Islam), meskipun seseorang itu
dikenal dan dijuluki sebagai tokoh agama itu.
Pemimpin semacam itu pada hakikatnya adalah pemimpin yang banyak
menimbulkan persoalan dalam kehidupan bersama. Perkataannya memprovokasi orang
lain untuk saling curiga, saling benci, saling bermusuhan, dan sangat mungkin
mengarah kepada saling menumpahkan darah. Perkataan pemimpin yang tidak
mematuhi enam prinsip komunikasi di atas dapat dipastikan mengakibatkan fitnah,
kegoncangan, kegaduhan dan segala bahaya di tengah masyarakat.
Sedangkan para pendukung ucapan pemimpin yang keliru demikian itu pada dasarnya sedang mendukung ketidakwarasan nalar sang pemimpin yang tanpa disadari telah menjerumuskan mereka semua dalam saling bekerja sama dalam berbuat dosa dan saling permusuhan.
Sedangkan para pendukung ucapan pemimpin yang keliru demikian itu pada dasarnya sedang mendukung ketidakwarasan nalar sang pemimpin yang tanpa disadari telah menjerumuskan mereka semua dalam saling bekerja sama dalam berbuat dosa dan saling permusuhan.

No comments